MyAbie

All About Knowledge


Partisi biasanya dibuat dalam sebuah hardisk, untuk membagi hardisk menurut ruang-ruang sendiri dan bisa memiliki filesystem tersendiri. Contoh partisi adalah partisi root/swap.

Bagaimana jika hardisk anda sudah “penuh” atau telah terpartisi semua? Anda pasti malas untuk meresize partisi yang telah ada. Selain melelahkan, juga beresiko anda kehilangan data.

Salah satu cara yang bisa anda tempuh adalah membuat partisi dalam file. Kita akan membuat sebuah file khusus dengan ukuran khusus dan kita format sesuai filesystem yang kita kehendaki.

Memangnya bisa?
La Iya lah …!
Ikuti tutorial di bawah ini.
Untuk Apa?
Banyak manfaat yang bisa anda dapatkan, salah satunya yang telah saya praktikkan adalah untuk meremaster livecd ubuntu. Fungsi lainnya adalah untuk swap tambahan, emulasi, dan sebagainya.

Bagaimana?
Baiklah kita mulai saja bagaimana membuatnya. Pastikan anda memiliki space yang cukup. Dalam contoh ini kita akan membuat partisi dengan tipe swap sebesar 512 Mb.
Buka gnome-terminal anda.

sudo dd if=/dev/zero of=/lokasi/file_name bs=1M count=512

Tuliskan baris di atas dalam satu baris, perhatikan dimana anda membuat file ini dengan mencocokkan bagian of=….
count=512 akan menulis sebanyak 512 block dengan besar block 1Mb (1M x 512 = 512Mb)

Selanjutnya, kita format partisi kita tadi. Perhatikan perintah dan parameter yang digunakan untuk masing-masing filesystem.

Membuat Filesystem Swap

sudo mkswap /lokasi/file_name

Membuat Filesystem ext2

sudo mkfs.ext2 /lokasi/file_name

Membuat Filesystem ext3

sudo mkfs.ext3 /lokasi/file_name

Dalam membuat filesystem (formating) anda akan diberitahu bahwa file_name bukan blok device khusus (not a block special devices) dan ditanya apakah akan memprosesnya. Jawab saja yes (y).

Mounting/Un-Mounting?
Untuk memount partisi file tadi, kita menggunakan opsi loop (selain swap).
Untuk filesystem swap, cara manual,

sudo swapon /lokasi/file_name mounting swap
sudo swapoff /lokasi/file_name unmounting swap

Untuk filesystem ext2/3

sudo mkdir /mnt/livecd buat direktori mount point
sudo mount /lokasi/file_name /mnt/livecd -o loop mounting
sudo umount /mnt/livecd un-mounting

Untuk memount partisi file secara otomatis saat boot, edit /etc/fstab dan tambahkan baris berikut:

##untuk filesystem swap/lokasi/file_name none swap sw 0 0##untuk ext2/3. ganti sesuai tipe/lokasi/file_name /mnt/livecd ext2 loop,rw 0 0

Jangan lupa untuk membuat mount point seperti yang tertulis di fstab anda.

Translate and Extended by amrinz from www.debuntu.org

diambil dari http://linuxindo.web.id/2007/11/26/membuat-partisi-dalam-file/



Partisi biasanya dibuat dalam sebuah hardisk, untuk membagi hardisk menurut ruang-ruang sendiri dan bisa memiliki filesystem tersendiri. Contoh partisi adalah partisi root/swap.

Bagaimana jika hardisk anda sudah “penuh” atau telah terpartisi semua? Anda pasti malas untuk meresize partisi yang telah ada. Selain melelahkan, juga beresiko anda kehilangan data.

Salah satu cara yang bisa anda tempuh adalah membuat partisi dalam file. Kita akan membuat sebuah file khusus dengan ukuran khusus dan kita format sesuai filesystem yang kita kehendaki.

Memangnya bisa?
La Iya lah …!
Ikuti tutorial di bawah ini.
Untuk Apa?
Banyak manfaat yang bisa anda dapatkan, salah satunya yang telah saya praktikkan adalah untuk meremaster livecd ubuntu. Fungsi lainnya adalah untuk swap tambahan, emulasi, dan sebagainya.

Bagaimana?
Baiklah kita mulai saja bagaimana membuatnya. Pastikan anda memiliki space yang cukup. Dalam contoh ini kita akan membuat partisi dengan tipe swap sebesar 512 Mb.
Buka gnome-terminal anda.

sudo dd if=/dev/zero of=/lokasi/file_name bs=1M count=512

Tuliskan baris di atas dalam satu baris, perhatikan dimana anda membuat file ini dengan mencocokkan bagian of=….
count=512 akan menulis sebanyak 512 block dengan besar block 1Mb (1M x 512 = 512Mb)

Selanjutnya, kita format partisi kita tadi. Perhatikan perintah dan parameter yang digunakan untuk masing-masing filesystem.

Membuat Filesystem Swap

sudo mkswap /lokasi/file_name

Membuat Filesystem ext2

sudo mkfs.ext2 /lokasi/file_name

Membuat Filesystem ext3

sudo mkfs.ext3 /lokasi/file_name

Dalam membuat filesystem (formating) anda akan diberitahu bahwa file_name bukan blok device khusus (not a block special devices) dan ditanya apakah akan memprosesnya. Jawab saja yes (y).

Mounting/Un-Mounting?
Untuk memount partisi file tadi, kita menggunakan opsi loop (selain swap).
Untuk filesystem swap, cara manual,

sudo swapon /lokasi/file_name mounting swap
sudo swapoff /lokasi/file_name unmounting swap

Untuk filesystem ext2/3

sudo mkdir /mnt/livecd buat direktori mount point
sudo mount /lokasi/file_name /mnt/livecd -o loop mounting
sudo umount /mnt/livecd un-mounting

Untuk memount partisi file secara otomatis saat boot, edit /etc/fstab dan tambahkan baris berikut:

##untuk filesystem swap/lokasi/file_name none swap sw 0 0##untuk ext2/3. ganti sesuai tipe/lokasi/file_name /mnt/livecd ext2 loop,rw 0 0

Jangan lupa untuk membuat mount point seperti yang tertulis di fstab anda.

Translate and Extended by amrinz from www.debuntu.org

diambil dari http://linuxindo.web.id/2007/11/26/membuat-partisi-dalam-file/




Ikon yang akan kita tambahkan di desktop bukanlah desktop ikon yang menjalankan aplikasi tertentu, tetapi ikon-ikon spesial seperti home, dust bin, dan mycomputer.

Memang secara default, ikon-ikon ini “tidak diperbolehkan” muncul dengan alasan kebersihan. Tetapi kita bisa memunculkannya, karena meletakkan ikon adalah salah satu fungsi desktop yang bermanfaat (terutama ketika panel telah penuh/limit).

Caranya:

  1. Bukalah aplikasi GConfig (Configuration Editor). Melalui menu Applications >> System Tools >> Configuration Editor. Atau jika tidak muncul karena anda belum melakukan kustomasi menu tekan Alt+F2 dan tuliskan “gconf-editor” (tanpa petik) dan klik Run.
  2. Dijendela yang terbuka, klik apps >> nautilus >> desktop.
Di jendela pilihan, tersedia 4 ikon spesial yang bisa kita tambahkan ke desktop. Ikon Computer, Home, Network dan Trash. Beri tanda centang ikon yang anda inginkan muncul. Beri nama sesuka anda

Menginstall Ubuntu dari USB FlashDisk.

Kelemahan dari cdrom adalah mudah tergores sehingga file² yang tersimpan didalamnya menjadi rusak. Sangat disayangkan jika hal itu terjadi pada cdrom Live CD Ubuntu kita. Dan otomatis kita tidak bisa menjalankan Live CD Ubuntu dong, Sayang kan? Alternatifnya apa?

Jawab: Gunakan usb flash disk minimal 1GB,
kita bisa membuat Live Ubuntu pada flash disk.
Keuntungan cara ini:
(1) data akan berumur panjang selama flah disk tdk rusak.
(2) kecepatan akses flash disk lebih bagus daripada cdrom.Untuk membuat USB bisa sebagai bootable di perlukan software pembuat bootloader. disini saya menggunakan syslinux untuk membuat USB bootable.

Syslinux ini merupakan utilitas penyedia boot loader pada OS Linux yang dpt bekerja pada sistem file Ext2/Ext3, Fat/Fat32, maupun CDROM. info lengkap disini:
http://www.syslinux.org/

cara instalasi syslinux dari shell:
$ sudo apt-get install syslinux mtools

Setelah proses installasi selesai kemudian mount USB, Biasanya partisi USB ada pada /dev/sdb atau /dev/sdb1, dan di mounting di dalam folder media dengan nama folder usb atau nama label USB tersebut, untuk melihat partisi harddisk dan USB bisa dengan cara :

$ sudo fdisk -l

untuk membuat USB Flsh bisa sebagai bootable dengan syslinux cukup mengetikan perintah ini pada terminal konsole

$ sudo syslinux -s /dev/sdb1

selanjutnya copy semua file yang ada di Live CD Ubuntu 7.10 “Gutsy Ribbon” ke dalam USB

$ sudo cp -rp /media/cdrom/* /dev/sdb1

Setelah proses copy file selesai, ubah nama folder isolinux menjadi syslinux, didalam folder syslinux ganti nama file isolinux.bin dan isolinux.cfg menjadi syslinux.bin dan syslinux.cfg.

Untuk Windows Download file syslinux dari sini , kemudian extrak ke dalam direktori C dengan nama syslinux.

Pada command promt windows masuk ke direktory c:syslinuxwin32, gunakan perintah berikut untuk membuat usb bisa sebagai bootable disk : syslinux -s F: ( asumsi usb drive di F ), kemudian copy semua file di Ubuntu 7.10 Live CD ke dalam USB, sebaiknya gunakan command xcopy /e /h /k d:*.* f: (D sebagai CDROM).

Selanjutnya USB flash sudah bisa di gunakan sebagai penganti Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon Live CD.

  1. Masukkan Flash Disk yang akan di format

  2. Buka terminal

  3. Unmount Flash Disk dengan mengetikkan :

    sudo unmount /media/usbdisk

    (formatnya : sudo unmount mountpoint)

  4. Untuk mengetahui port mana yang aktif ketikkan :

    sudo lsusb

  5. Pastikan Anda tahu alamat device Flash Disk, bila tidak yakin ketikkan :

    sudo fdisk -l

  6. Format Flash Disk dengan mengetikkan

    sudo mkfs.vfat -F32 -n namaFD /dev/sda1

    (formatnya : sudo mkfs.vfat -F32 -n nama_utk_FD device_FD)

  7. Selesai. Flash Disk Anda telah terformat. Selanjutnya cabut Flash Disk kemudian masukkan kembali.


My desktop on biller

























Langganan: Postingan (Atom)