Dalam dunia Real Software Industry dimanapun baik di europe or US, mereka memahami benar: life cicle software design -> feasibility study, Prelimanary Design(Business Rule/class Model design/UI design), coding, testing etc. setiap phase yg dilewati anda harus presentasi dg team dan diluar team. dalam fase disign, 'bahasa' yg dipakai di fase ini: UML, Design Pattern, Class Model Diagram.. or any OOP Notation etc.
Jadi Buruk atau gagal dalam presentasi ini, atau anda tidak mau tahu dg design pattern misalnya .. dijamin anda akan ditendang dari team at the early stage. Design pattern & OOP bukan bahasa tapi: 'Organisasi Pemograman' .... design anda harus dipahami orang, gampang dimainten... portabilitiy, modularity, reuseable, scalability, loss/reduce coupling frm one class/module to others, highly optimized, documented. it's a standard design procedures. it's a standard engineering design.
Lain halnya jika anda bekerja sendirian .... anda yg cari project, anda yg design, coding, testing, writting documentations... instalasi ... one man show. Slogan:'Yang penting hasil' atau 'Output'.. bagi customer/client tertentu mungkin tdk jadi masalah.
Tetapi bagi client/customer/company yg memiliki Resources/EDP yg melek IT atau dalam klausul kontrak dicantumkan source code diserahkan atau menjadi milik client (agar bisa dimainten orang internal) .... nah anda akan mengalami masalah.
sampai point ini, saya perjelas: OOP, Design Pattern, Organisasi Pemograman -> atau disingkat 'Process' itu penting untuk beter quality, beter delevery time, beter performance (lifecicle softw dev).
disadur dari: http://akuntansi.freewarelist.net/modules.php?name=News&file=article&sid=33
iTheme Techno Blogger by Black Quanta. Theme & Icons by N.Design Studio. Distributed by eBlog Templates
28 November 2010 pukul 17.02
Very nicce!
22 Januari 2011 pukul 05.20
84090.....84696